Hari Pertama Pelatihan LPSDM UNPAM, Bangun Tunas Kepemimpinan Akademik yang Adaptif, Berintegritas, dan Berdaya Saing
Published on: 12 Agu 2026

Berita Kegiatan
Tangerang Selatan, 11 Agustus 2026 — Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia (LPSDM) Universitas Pamulang (UNPAM) menyelenggarakan Pelatihan “Membangun Tunas Kepemimpinan Akademik yang Adaptif, Berintegritas, dan Berdaya Saing untuk Keberlanjutan Program Studi” Tahun Akademik 2025–2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 11–12 Agustus 2026, ini menjadi bagian dari upaya LPSDM UNPAM dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia sekaligus menumbuhkan kepemimpinan akademik yang mampu mendukung keberlanjutan program studi.
Hari pertama pelatihan dilaksanakan pada Selasa, 11 Agustus 2026, bertempat di Ruang Teleconference Kampus II Viktor Universitas Pamulang. Kegiatan diikuti oleh para peserta yang berasal dari lingkungan akademik Universitas Pamulang dengan rangkaian agenda yang memadukan penguatan nilai, pemahaman mengenai peran strategis dosen, serta pengembangan karier dan etika profesi.
Kegiatan dimulai pada pukul 08.30 WIB dengan registrasi peserta. Selanjutnya, rangkaian pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Universitas Pamulang. Momentum tersebut menjadi bagian dari upaya membangun suasana kebersamaan sekaligus meneguhkan semangat sivitas akademika dalam mengikuti kegiatan pengembangan sumber daya manusia.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan laporan Kepala LPSDM yang disampaikan oleh Sugiyarto, S.E., M.M. Laporan tersebut menjadi pengantar mengenai pentingnya pelaksanaan pelatihan dalam membangun sumber daya manusia akademik yang memiliki kapasitas kepemimpinan, integritas, kemampuan beradaptasi, serta orientasi terhadap keberlanjutan program studi.
Setelah pembukaan dan laporan kegiatan, peserta bersama narasumber melakukan foto bersama. Rangkaian selanjutnya diisi dengan pre-test yang diberikan kepada peserta sebagai bagian dari evaluasi awal untuk mengetahui pemahaman peserta sebelum mengikuti materi pelatihan secara keseluruhan.
Menguatkan Nilai melalui Materi Kesasmitaan
Memasuki agenda utama, peserta mendapatkan materi pertama dengan tema “Kesasmitaan” yang disampaikan oleh Dr. M. Wildan, S.S., M.A.
Materi ini menjadi pijakan awal dalam membangun pemahaman peserta mengenai nilai dan karakter yang diperlukan dalam kehidupan akademik. Kepemimpinan akademik tidak hanya membutuhkan kemampuan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, tetapi juga membutuhkan landasan nilai yang kuat serta integritas dalam mengambil keputusan dan berinteraksi dengan berbagai pihak.
Penyampaian materi berlangsung secara interaktif. Peserta diberikan ruang untuk menyampaikan pertanyaan dan pandangan yang berkaitan dengan penerapan nilai dalam lingkungan akademik.
Salah satu hal yang menjadi perhatian peserta adalah bagaimana nilai dan karakter dapat diterapkan secara konsisten ketika seorang insan akademik menghadapi perbedaan pandangan, kepentingan, maupun dinamika dalam menjalankan tugas.
Diskusi tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan akademik bukan sekadar persoalan posisi atau jabatan, tetapi juga bagaimana seseorang mampu menjadi teladan dalam sikap, membangun komunikasi yang baik, menyikapi perbedaan secara bijaksana, serta tetap menjaga integritas dalam menjalankan tanggung jawab.
Nilai-nilai tersebut menjadi semakin penting ketika seorang dosen mulai mengambil peran yang lebih besar dalam pengelolaan dan pengembangan program studi.
Setelah sesi materi pertama, kegiatan dilanjutkan dengan istirahat, salat, dan makan sebelum peserta kembali mengikuti rangkaian agenda berikutnya.
Dosen sebagai Bagian Strategis dalam Keberlanjutan Program Studi
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi kedua bertajuk “Peran Strategis Dosen Pendukung Program Studi” yang disampaikan oleh Dr. Saiful Anwar, M.Pd.
Materi ini memberikan perspektif mengenai pentingnya posisi dan kontribusi dosen dalam mendukung keberlanjutan program studi. Dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi, program studi membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya mampu melaksanakan pembelajaran, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap peran strategisnya dalam pengembangan akademik dan peningkatan mutu.
Sesi tersebut berlangsung dengan diskusi yang cukup dinamis. Peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan menyampaikan berbagai perspektif berdasarkan pengalaman dalam lingkungan akademik.
Salah satu pertanyaan yang mengemuka adalah mengenai bagaimana dosen dapat memberikan kontribusi yang lebih strategis terhadap program studi di luar tugas pembelajaran di kelas.
Pertanyaan tersebut kemudian berkembang menjadi pembahasan mengenai luasnya ruang kontribusi seorang dosen dalam mendukung program studi. Dosen dapat mengambil peran melalui berbagai aktivitas akademik, pengembangan keilmuan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan mutu, serta keterlibatan dalam berbagai kegiatan yang mendukung pencapaian tujuan program studi.
Diskusi tersebut juga menegaskan bahwa keberlanjutan program studi merupakan tanggung jawab bersama. Pengembangan program studi tidak hanya bergantung pada pimpinan, tetapi membutuhkan kontribusi seluruh sumber daya manusia yang berada di dalamnya.
Dosen sebagai bagian dari ekosistem akademik memiliki posisi penting untuk memberikan gagasan, membangun kolaborasi, mengidentifikasi berbagai persoalan, dan turut mendorong lahirnya solusi yang mendukung perkembangan program studi.
Dengan demikian, peran dosen perlu dilihat secara lebih luas, bukan hanya sebagai pelaksana pembelajaran, tetapi juga sebagai bagian dari sumber daya strategis dalam pengembangan institusi.
Karier Akademik dan Etika Profesi
Setelah materi mengenai peran strategis dosen, peserta kemudian mengikuti materi ketiga dengan tema “Karier dan Etika Profesi” yang disampaikan oleh Sugiyarto, S.E., M.M.
Materi ini menjadi bagian penting dalam rangkaian pelatihan karena pengembangan kepemimpinan akademik tidak dapat dilepaskan dari pengembangan karier dan etika profesi.
Karier akademik pada dasarnya merupakan sebuah proses yang membutuhkan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan. Pencapaian karier tidak hanya ditentukan oleh jenjang atau posisi yang diraih, tetapi juga oleh kualitas kontribusi, profesionalitas, integritas, serta konsistensi dalam menjalankan tanggung jawab sebagai dosen.
Dalam sesi diskusi, peserta juga diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan mengenai tantangan dalam membangun karier akademik sekaligus mempertahankan etika profesi.
Salah satu isu yang relevan dalam diskusi adalah bagaimana dosen dapat mengembangkan karier secara optimal dengan tetap menjaga keseimbangan antara pencapaian profesional, tanggung jawab kepada mahasiswa, kontribusi terhadap program studi, dan etika profesi.
Diskusi tersebut memberikan gambaran bahwa pengembangan karier akademik tidak seharusnya ditempatkan sebagai pencapaian individual semata. Karier yang berkembang diharapkan berjalan seiring dengan semakin besarnya kontribusi terhadap institusi, mahasiswa, program studi, serta pengembangan ilmu pengetahuan.
Dalam konteks tersebut, etika profesi menjadi fondasi yang menjaga agar pengembangan karier tetap berada dalam koridor integritas, profesionalitas, dan tanggung jawab akademik.
Membangun Tunas Kepemimpinan Akademik
Rangkaian materi pada hari pertama memperlihatkan bahwa pembangunan kepemimpinan akademik membutuhkan berbagai unsur yang saling berkaitan.
Nilai menjadi fondasi, peran strategis dosen menjadi bentuk kontribusi, sedangkan karier dan etika profesi menjadi bagian dari perjalanan profesional seorang insan akademik.
Ketiga materi tersebut kemudian mengarah pada tujuan utama kegiatan, yaitu membangun tunas kepemimpinan akademik yang mampu tumbuh dan berkembang di lingkungan Universitas Pamulang.
Kepemimpinan akademik tidak selalu harus dimulai dari jabatan formal. Kepemimpinan dapat tumbuh melalui kemampuan seseorang untuk mengambil inisiatif, memberikan gagasan, menyelesaikan persoalan, membangun komunikasi dan kolaborasi, serta memberikan pengaruh positif terhadap lingkungan akademik.
Dalam menghadapi perkembangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis, kemampuan adaptasi juga menjadi salah satu kompetensi penting. Namun, kemampuan beradaptasi perlu tetap dibangun di atas integritas agar perubahan yang dilakukan tidak kehilangan arah dan nilai.
Sementara itu, daya saing perlu dibangun melalui kompetensi, profesionalitas, inovasi, kemauan untuk terus belajar, dan kemampuan memberikan kontribusi nyata.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memiliki perspektif yang lebih luas mengenai posisi dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari sivitas akademika.
Mendorong SDM Akademik Menjadi Penggerak Perubahan
Kegiatan hari pertama juga memberikan pesan bahwa sumber daya manusia akademik perlu didorong untuk tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga menjadi penggerak perubahan.
Seorang dosen memiliki ruang yang luas untuk memberikan kontribusi terhadap institusi. Kontribusi tersebut dapat diwujudkan melalui pembelajaran yang berkualitas, pengembangan keilmuan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, keterlibatan dalam pengembangan program studi, maupun berbagai aktivitas yang mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi.
Semangat tersebut sejalan dengan tujuan pelatihan untuk mempersiapkan tunas-tunas kepemimpinan akademik yang memiliki kemampuan melihat persoalan secara lebih luas dan mampu mengambil peran sesuai dengan kompetensi masing-masing.
Kepemimpinan yang tumbuh dari lingkungan akademik diharapkan mampu menjadi kekuatan dalam menjaga keberlanjutan program studi sekaligus mendukung pencapaian visi dan tujuan Universitas Pamulang.
LPSDM UNPAM Perkuat Komitmen Pengembangan Sumber Daya Manusia
Pelaksanaan pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen LPSDM UNPAM untuk terus memperkuat kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.
Pengembangan SDM tidak hanya diarahkan pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga mencakup penguatan karakter, kepemimpinan, integritas, profesionalitas, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan menghadapi berbagai perubahan dalam dunia pendidikan tinggi.
Melalui kegiatan ini, LPSDM berupaya menciptakan ruang pembelajaran yang memungkinkan peserta untuk memperoleh pengetahuan sekaligus melakukan refleksi terhadap peran dan tanggung jawab masing-masing.
Interaksi antara narasumber dan peserta menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan. Pertanyaan dan diskusi yang berkembang menunjukkan bahwa peserta tidak hanya menerima materi secara satu arah, tetapi juga berupaya menghubungkan materi dengan berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi dalam lingkungan akademik.
Dengan pendekatan tersebut, pelatihan diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya bagi peserta secara individual, tetapi juga bagi program studi dan institusi secara keseluruhan.
Hari pertama pelatihan ditutup pada pukul 16.00 WIB. Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan pada Rabu, 12 Agustus 2026, dengan materi lanjutan yang akan memperkuat pemahaman peserta mengenai paradigma pembelajaran dan kurikulum pendidikan tinggi serta penjaminan mutu dan akreditasi.
Rangkaian pelatihan selama dua hari ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, kapasitas, dan kesiapan sumber daya manusia akademik dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi sekaligus mendukung keberlanjutan program studi.
Melalui penguatan kepemimpinan akademik yang adaptif, berintegritas, dan berdaya saing, LPSDM UNPAM terus mendorong lahirnya insan akademik yang mampu memberikan kontribusi nyata, menjadi penggerak perubahan, serta bersama-sama membangun kualitas pendidikan tinggi yang berkelanjutan. (Iq)




