Logo

Perkuat Sinergi Tata Kelola dan Pengembangan Karier Dosen, Wakil Rektor II UNPAM Gelar Rapat Koordinasi Tiga Lembaga

Published on: 7 Jul 2026

Berita Kegiatan

Perkuat Sinergi Tata Kelola dan Pengembangan Karier Dosen, Wakil Rektor II UNPAM Gelar Rapat Koordinasi Tiga Lembaga

Tangerang Selatan, 7 Juli 2026 — Universitas Pamulang (UNPAM) terus memperkuat sinergi, koordinasi, dan efektivitas pelaksanaan program kerja antarunit sebagai bagian dari upaya membangun tata kelola perguruan tinggi yang profesional, terintegrasi, dan berkelanjutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Rapat Tiga Lembaga di Bawah Koordinasi Wakil Rektor II yang berlangsung di Aula Rektorat Universitas Pamulang Kampus Pusat, Selasa (7/7/2026).

Rapat koordinasi tersebut mempertemukan tiga lembaga yang memiliki peran strategis dalam mendukung penyelenggaraan dan tata kelola universitas, yakni Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia (LPSDM), Lembaga Administrasi Keuangan (LAK), serta Lembaga Pengelolaan Aset, dan Urusan Dalam (LPAUD).

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan sinergi dan koordinasi pelaksanaan program kerja pada lembaga-lembaga di bawah koordinasi Wakil Rektor II, sekaligus menjadi forum pembahasan berbagai isu strategis, evaluasi pelaksanaan program kerja, identifikasi permasalahan, serta penyusunan langkah tindak lanjut dari masing-masing lembaga.

Rapat diikuti oleh Kepala LPSDM beserta seluruh jajaran kepala bidang dan staf, Ketua LAK bersama kepala bidang dan seluruh staf, serta Kepala LPAUD bersama jajaran kepala bidang, staf, Koordinator SDM, Koordinator Office Boy (OB), Koordinator Security, dan Koordinator Teknisi.

Dalam arahannya, Wakil Rektor II Bidang SDM, Keuangan, dan Aset Universitas Pamulang, Dr. M. Wildan, S.S., M.A., menekankan pentingnya membangun pola kerja yang semakin terintegrasi di antara lembaga-lembaga yang berada di bawah koordinasi Wakil Rektor II.

Menurutnya, perkembangan Universitas Pamulang yang semakin besar dan kompleks menuntut adanya pengelolaan sumber daya manusia, administrasi keuangan, aset, dan pelayanan urusan dalam yang semakin profesional. Setiap lembaga harus mampu menjalankan tugas dan fungsinya sekaligus membangun koordinasi lintas unit agar berbagai persoalan dapat diselesaikan secara cepat, tepat, dan berorientasi pada kepentingan institusi.

“Setiap lembaga memiliki tugas dan fungsi yang berbeda, tetapi seluruhnya berada dalam satu sistem tata kelola Universitas Pamulang. Karena itu, diperlukan koordinasi, keterbukaan informasi, dan komitmen bersama agar setiap program kerja memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas institusi,” ujar Wildan.

Ia menegaskan bahwa rapat tiga lembaga tersebut tidak sekadar menjadi forum penyampaian laporan kegiatan. Forum ini diarahkan untuk melakukan evaluasi, memetakan persoalan, menentukan skala prioritas, membangun kesamaan persepsi, merumuskan solusi, serta memastikan adanya tindak lanjut yang konkret dan terukur.

Dalam kesempatan tersebut, Lembaga Pengembangan Sumber Daya Manusia (LPSDM) mendapatkan perhatian penting dalam pembahasan, khususnya terkait penguatan sistem pengelolaan dan pengembangan karier dosen sebagai salah satu unsur strategis dalam peningkatan mutu Universitas Pamulang.

Kepala LPSDM Universitas Pamulang, Sugiyarto, S.E., M.M., dalam paparannya menyampaikan bahwa pengembangan sumber daya manusia harus dilaksanakan melalui sistem pembinaan karier yang terencana, terukur, dan berkelanjutan. Pengembangan karier dosen tidak dapat hanya dilakukan ketika dosen akan mengajukan kenaikan jabatan akademik, tetapi harus dibangun sejak awal melalui pemetaan kondisi, potensi, kebutuhan pengembangan, dan target karier setiap dosen.

Menurutnya, peningkatan kualitas dosen memiliki hubungan langsung dengan peningkatan kualitas institusi. Karena itu, LPSDM terus mendorong penguatan sistem pembinaan yang mencakup peningkatan kualifikasi akademik, pengembangan kompetensi, pengelolaan kinerja, Sertifikasi Dosen, peningkatan Jabatan Akademik Dosen (JAD), hingga percepatan dosen menuju jenjang Lektor Kepala dan Guru Besar.

Salah satu pembahasan strategis dalam rapat tersebut adalah pentingnya membangun peta jalan atau roadmap pengembangan karier dosen. Melalui pemetaan tersebut, universitas diharapkan dapat mengetahui secara lebih akurat posisi dan kebutuhan pengembangan setiap dosen, mulai dari dosen yang belum memiliki jabatan akademik, Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala, hingga Guru Besar.

Pemetaan karier tersebut juga diperlukan untuk mengidentifikasi berbagai hambatan yang dihadapi dosen dalam pengembangan karier akademiknya. Hambatan tersebut dapat berupa pemenuhan kualifikasi pendidikan, produktivitas penelitian dan publikasi ilmiah, pemenuhan angka kredit, kelengkapan administrasi, pengelolaan data pada sistem informasi pendidikan tinggi, hingga kesiapan dosen dalam memenuhi persyaratan Sertifikasi Dosen maupun kenaikan jabatan akademik.

“Pengembangan karier dosen harus dilakukan melalui pendekatan yang lebih terencana. Kita harus mengetahui posisi setiap dosen, apa yang menjadi kendalanya, apa yang harus dipenuhi, serta bentuk intervensi dan pendampingan yang diperlukan agar dosen dapat berkembang secara optimal,” ujar Kepala LPSDM.

Dalam paparannya, LPSDM juga menekankan pentingnya memperkuat pendampingan pengusulan Jabatan Akademik Dosen. Pendampingan diperlukan untuk memastikan bahwa dosen memahami persyaratan, mekanisme, tahapan, serta dokumen yang harus dipersiapkan dalam proses pengajuan jabatan akademik.

Program pendampingan tersebut diarahkan agar dosen tidak berjalan sendiri dalam merencanakan dan mengembangkan karier akademiknya. LPSDM bersama program studi dan unit terkait diharapkan mampu membangun sistem pembinaan yang lebih proaktif melalui pemetaan calon pengusul, asistensi dokumen, monitoring perkembangan pemenuhan persyaratan, serta evaluasi terhadap kendala yang dihadapi dosen.

Perhatian juga diberikan terhadap percepatan peningkatan jumlah Lektor Kepala dan Guru Besar. Dosen dengan jabatan akademik tinggi memiliki peran strategis dalam memperkuat kualitas pembelajaran, penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, pembinaan dosen muda, serta pengembangan budaya akademik di lingkungan universitas.

Karena itu, pengembangan Lektor Kepala dan Guru Besar tidak hanya dipandang sebagai capaian individual dosen, tetapi merupakan bagian dari strategi pengembangan institusi. Peningkatan jumlah dosen dengan jabatan akademik tinggi diharapkan mampu memperkuat kapasitas program studi, meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah, serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan reputasi akademik Universitas Pamulang.

Selain Jabatan Akademik Dosen, LPSDM juga menyampaikan pentingnya penguatan persiapan dan pendampingan Sertifikasi Dosen (Serdos). Dosen yang telah memenuhi persyaratan perlu dipetakan sejak awal, diberikan informasi mengenai mekanisme dan tahapan sertifikasi, serta didampingi dalam memastikan validitas dan kelengkapan data yang dibutuhkan.

Pendampingan tersebut menjadi penting karena Sertifikasi Dosen merupakan salah satu tahapan strategis dalam perjalanan karier seorang dosen. Melalui sistem pembinaan yang terstruktur, LPSDM berupaya memastikan agar dosen yang telah eligible memiliki kesiapan yang optimal untuk mengikuti proses sertifikasi.

Pembahasan LPSDM juga mencakup program peningkatan kualifikasi akademik dosen melalui studi lanjut jenjang Doktor (S3). Peningkatan jumlah dosen berkualifikasi doktor dinilai penting dalam mendukung pengembangan keilmuan, peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan penelitian, peningkatan publikasi ilmiah, serta persiapan dosen menuju jenjang akademik yang lebih tinggi.

Dalam hal ini, diperlukan pemetaan dosen yang memiliki potensi dan kesiapan untuk melanjutkan pendidikan doktoral, penentuan bidang studi yang sesuai dengan kebutuhan program studi dan institusi, serta monitoring terhadap perkembangan studi agar program peningkatan kualifikasi akademik dapat memberikan dampak nyata terhadap pengembangan universitas.

LPSDM juga menyoroti pentingnya validitas, integrasi, dan pemutakhiran data dosen sebagai fondasi dalam pengambilan kebijakan pengembangan sumber daya manusia. Data mengenai pendidikan, jabatan akademik, Sertifikasi Dosen, kinerja tridharma, penelitian, publikasi ilmiah, serta berbagai aktivitas pengembangan kompetensi harus dikelola secara akurat dan berkelanjutan.

Data yang valid diperlukan untuk menyusun kebijakan pengembangan SDM yang tepat sasaran. Dengan basis data yang kuat, universitas dapat melakukan pemetaan kebutuhan, menentukan kelompok prioritas pembinaan, menyusun program asistensi, serta melakukan monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan karier dosen secara lebih objektif.

Dalam forum tersebut, LPSDM juga mendorong penguatan kolaborasi dengan fakultas, program studi, lembaga penelitian, serta unit terkait lainnya. Pengembangan karier dosen tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab satu lembaga. Diperlukan keterlibatan pimpinan fakultas dan program studi dalam melakukan pembinaan, monitoring, serta memberikan dukungan terhadap peningkatan produktivitas dan karier akademik dosen.

Melalui pola pembinaan yang terintegrasi tersebut, pengembangan SDM diharapkan bergerak dari pola administratif menuju manajemen talenta dan pengembangan karier berbasis data. Setiap dosen diarahkan untuk memiliki target pengembangan karier, sementara institusi menyediakan sistem pembinaan, pendampingan, monitoring, dan evaluasi yang mendukung pencapaian target tersebut.

Paparan selanjutnya disampaikan oleh Ketua Lembaga Administrasi Keuangan (LAK) Universitas Pamulang, Shinta Ningtiyas Nazar, S.E., M.Acc., Akt., CA, yang membahas berbagai isu strategis dalam pengelolaan administrasi keuangan universitas.

Dalam paparannya, Shinta menekankan pentingnya pengelolaan administrasi keuangan yang tertib, efektif, akurat, dan akuntabel untuk mendukung kelancaran pelaksanaan program kerja seluruh lembaga dan unit di lingkungan Universitas Pamulang.

Koordinasi antara perencanaan program, kebutuhan anggaran, pelaksanaan kegiatan, proses administrasi, dan pertanggungjawaban keuangan perlu terus diperkuat agar setiap program universitas dapat dilaksanakan secara efektif dan sesuai dengan kebijakan institusi.

Forum tersebut juga membahas pentingnya peningkatan efektivitas proses administrasi, ketepatan dan kelengkapan dokumen, koordinasi dalam pelaksanaan program dan anggaran, serta penyelesaian berbagai kendala administratif yang berpotensi menghambat pelaksanaan kegiatan.

Paparan berikutnya disampaikan oleh Kepala Lembaga Pengelolaan Aset, dan Urusan Dalam (LPAUD) Universitas Pamulang, Reza Alfian Akbar, yang membahas berbagai isu strategis terkait pengelolaan aset dan pelayanan urusan dalam universitas.

Dalam paparannya, Reza menyampaikan pentingnya pengelolaan aset yang dilakukan secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan, mulai dari pencatatan, pemanfaatan, pemeliharaan, hingga pengawasan aset universitas.

Selain pengelolaan aset, LPAUD memiliki peran dalam memastikan terselenggaranya pelayanan urusan dalam, meliputi keamanan, kebersihan, pemeliharaan sarana dan prasarana, dukungan teknis, serta berbagai kebutuhan operasional yang menunjang kegiatan akademik dan kelembagaan.

LPAUD juga menekankan pentingnya penguatan koordinasi antara pimpinan, kepala bidang, staf, Koordinator SDM, Koordinator Office Boy (OB), Koordinator Security, dan Koordinator Teknisi agar pelayanan operasional dapat berjalan secara efektif, responsif, dan terukur.

Setelah penyampaian paparan dari masing-masing pimpinan lembaga, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan pembahasan berbagai persoalan strategis yang membutuhkan koordinasi dan penyelesaian bersama.

Rapat berlangsung secara terbuka dan interaktif. Masing-masing lembaga diberikan kesempatan untuk menyampaikan permasalahan, kendala, kebutuhan koordinasi, serta usulan perbaikan terhadap berbagai aspek tata kelola universitas.

Wakil Rektor II menegaskan agar hasil pembahasan tidak berhenti pada tataran diskusi. Setiap lembaga diminta menerjemahkan hasil rapat ke dalam langkah kerja konkret, menentukan penanggung jawab, menetapkan target penyelesaian, serta melakukan monitoring dan evaluasi terhadap tindak lanjut yang telah disepakati.

Rapat koordinasi tiga lembaga ini menjadi bagian dari upaya Universitas Pamulang dalam membangun tata kelola kelembagaan yang semakin kolaboratif, responsif, efektif, dan berorientasi pada peningkatan mutu.

Secara khusus, penguatan sistem pengembangan sumber daya manusia dan karier dosen menjadi salah satu agenda strategis dalam mendukung keberlanjutan Universitas Pamulang. Pembinaan karier dosen yang terencana, peningkatan kualifikasi akademik, Sertifikasi Dosen, percepatan Jabatan Akademik Dosen, penguatan penelitian dan publikasi ilmiah, serta pemanfaatan data sebagai dasar kebijakan diharapkan mampu membangun ekosistem pengembangan SDM yang semakin profesional dan berkelanjutan.

Sinergi antara LPSDM dalam pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia, LAK dalam pengelolaan administrasi keuangan, serta LPAUD dalam pengelolaan aset dan urusan dalam universitas diharapkan mampu memperkuat efektivitas pelaksanaan kebijakan dan program kerja Universitas Pamulang.

Melalui komunikasi yang semakin terbuka, koordinasi lintas lembaga yang semakin kuat, serta tindak lanjut yang konkret dan terukur, Universitas Pamulang terus berupaya membangun tata kelola institusi sekaligus sistem pengembangan karier dosen dan tenaga kependidikan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan tinggi secara berkelanjutan. (Iq)

Berita Relative

  • LPSDM dan Wakil Rektor II Lanjutkan Pembinaan JAD Dosen PSDKU UNPAM Kota Serang

    unitlpsdm

    20 Jan 2026

    Learn more
    Featured Image
  • LLDIKTI Wilayah IV Gelar Unit Layanan Terpadu JAD Keliling di Universitas Pamulang: Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Mutu Perguruan Tinggi

    unitlpsdm

    16 Okt 2025

    Learn more
    Featured Image
  • Universitas Pamulang Gelar Percepatan dan Optimalisasi Pengusulan Jabatan Akademik Dosen Bersama LLDIKTI Wilayah IV

    unitlpsdm

    21 Mei 2026

    Learn more
    Featured Image
  • UNPAM Gelar Rapat Koordinasi Persiapan Pengisian BKD SISTER untuk Perkuat Tata Kelola Kinerja Dosen

    unitlpsdm

    14 Jul 2026

    Learn more
    Featured Image