Workshop Penyusunan Kurikulum: 35 Perguruan Tinggi Swasta LLDIKTI IV Kunjungi Universitas Pamulang
Published on: 20 Agu 2025

Berita Kegiatan
Tangerang Selatan — Lembaga Layangan Pendidikan Tinggi Wilayah IV Jawa Barat dan Banten bekerja sama dengan Universitas Pamulang (UNPAM) menyelenggarakan Workshop Penyusunan Kurikulum Perguruan Tinggi Akademik selama dua hari. Agenda ini menjadi upaya nyata dalam memperkuat mutu pendidikan tinggi sekaligus menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan zaman.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Ketua Yayasan Sasmita Jaya, Bapak Dr. Pranoto, S.E., M.M., yang menekankan pentingnya kurikulum adaptif untuk mencetak lulusan yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. “Yayasan selalu berkomitmen menghadirkan fasilitas dan dukungan penuh agar sivitas akademika dapat berkembang maksimal tanpa hambatan biaya. Di Universitas Pamulang, mahasiswa bisa menikmati layanan akademik yang lengkap tanpa dipungut uang gedung,” ujarnya.
Rektor Universitas Pamulang, Bapak Dr. E. Nurzaman AM, M.M., M.Si., dalam sambutannya menambahkan bahwa kurikulum bukan hanya dokumen formal, tetapi peta jalan pendidikan yang menentukan arah kualitas lulusan. “Kita harus berani merumuskan kurikulum yang visioner, berbasis kebutuhan industri, sekaligus menanamkan nilai kemanusiaan dan kebangsaan,” tegasnya.
Sementara itu, Bapak Dr. Lukman, S.T., M.Hum., Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, mengapresiasi langkah UNPAM. Ia menilai workshop ini sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi swasta dalam meningkatkan standar pendidikan nasional.
Peserta dari 35 Perguruan Tinggi Swasta
Workshop ini diikuti oleh perwakilan 35 Perguruan Tinggi Swasta di bawah koordinasi LLDikti IV Jawa Barat dan Banten. Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan perguruan tinggi swasta dalam merancang kurikulum yang lebih responsif terhadap kebutuhan industri dan masyarakat.
Hari Pertama: Fondasi Kurikulum yang Kuat
Pada hari pertama, Bapak Dr. Ir. Syamsul Arifin, M.T. hadir sebagai narasumber utama. Ia menguraikan empat poin penting dalam penyusunan kurikulum, mulai dari penetapan Program Educational Objective (PEO) dan visi keilmuan program studi, perumusan profil lulusan serta Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), hingga penetapan bahan kajian, pembentukan mata kuliah, dan penyusunan peta kurikulum.
Diskusi berlangsung interaktif, diikuti antusiasme dosen dan pimpinan program studi yang hadir. Para peserta diajak menelaah kembali relevansi kurikulum dengan perkembangan dunia kerja dan tantangan era digital.
Hari Kedua: Praktik Baik Teaching Factory
Hari kedua menghadirkan Wakil Rektor I UNPAM, Bapak Dr. Ubaid Al-Faruq, S.Pd., M.Pd., yang memaparkan best practices integrasi Teaching Factory ke dalam kurikulum. Ia menekankan bahwa pembelajaran berbasis praktik nyata sangat penting agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap menghadapi dinamika industri.
Kegiatan kemudian ditutup dengan kunjungan lapangan ke fasilitas Teaching Factory Universitas Pamulang. Peserta mendapat penjelasan menyeluruh mengenai alur manajemen Teaching Factory beserta sarana-prasarana yang tersedia, mulai dari laboratorium terapan, ruang praktik modern, hingga pusat inovasi mahasiswa.
Dukungan Yayasan untuk Mahasiswa
Semua fasilitas tersebut merupakan wujud nyata dukungan Yayasan Sasmita Jaya. Dengan prinsip akses pendidikan tanpa hambatan biaya, UNPAM menghadirkan layanan akademik optimal tanpa membebankan mahasiswa dengan biaya uang gedung. Fasilitas lengkap ini dirancang untuk mendukung pembelajaran yang aplikatif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Workshop ini diharapkan menjadi momentum penting bagi Universitas Pamulang dalam menguatkan posisi sebagai kampus yang bukan hanya memberi kesempatan pendidikan seluas-luasnya, tetapi juga menyiapkan lulusan yang kompeten, berdaya saing, dan berintegritas.(Iq)




